Senin, 07 Januari 2019

Lima Manfaat Pemasaran Global Bagi Ekonomi

Dalam melakukan bisnis sebagai wirausaha salah satu keahlian yang harus di miliki adalah kemampuan dalam pemasaran global. Manfaat dari pemasaran global sangatlah besar dalam menghadapi persaingan bisnis antara pengusaha. Pemasaran ini tidak hanya terjadi di bidang ekspor tetapi juga di bidang impor. Pemasaran global merupakan salah satu aktifitas meliputi seluruh negara, semua pengusaha memiliki kesempatan yang sama untuk mempromosikan usahanya dalan bentuk yang unik dan kreatif. Ini bertujuan untuk menarik daya beli masyarakat terhadap penjualan bisnis mereka.
Manfaat bisnis sendiri untuk keuangan masa depan  terkadang juga menimbulkan suatu tantangan baru bagi para pengusaha untuk terpacu dan bersaing di tingginya tingkat persaingan yang harus di hadapi dalam manfaat globalisasi. Semangat para pengusaha di sini di uji untuk tidak terlalu lunak dan tidak patah semangat kedepannya. Anak muda biasanya mempunyai daya saing yang tinggi, terutama bisnis ini merupakan warisan dari keluarga yang telah dirintis sejak lama. Meskipun telah lama untuk dapat tetap tidak terkalahkan dengan produk lain yang memiliki fungsi sama di sini diperlukan manfaat itu untuk terus mendapat informasi terbaru tentang perkembangan pemasaran global di seluruh belahan dunia. Terkadang tidak sedikit dari para pengusaha muda untuk mau menuntut ilmu kejenjang yang lebih tinggi tidak hanya di dalam negeri tapi ada juga yang menjadikan sekolah luar negeri sebagai pilihan dalam pemasaran global yang telah mendunia ini. Manfaat dari pemasaran global juga telah mempengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu negara dari tahun ke tahun.
Adapun manfaat pemasaran global adalah sebagai berikut ini :
1. Pertumbuhan
Pertumbuhan dalam pemasaran global adalah pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar untuk membeli produk yang di jual baik secara manfaat ekspor dan impor. Pertumbuhan suatu masyarakat bergantung dengan jual beli daerah setempat dan pemasukan yang terjadi disana. Jika banyak pemasukan maka pertumbuhan ekonomi akan berjalan dengan lancar dan menunjukkan grafik yang naik dari tahun ke tahun. Pertumbuhan karena pemasaran global ini akan menguntungkan pengusaha untuk memajukan usahanya.
2. Bertahan hidup
Manfaat pemasaran global salah satunya juga adalah untuk bertahan hidup. Bertahan hidup untuk memenuhi kebutuhan primer masyarakat. Disini pengusaha di minta untuk dapat memunculkan ide – ide baru saat kebertahanan hidup tidak memadai untuk masyarakat. Banyak masyarakat yang sangat memerlukan pemasaran global untuk dapat hidup lebih baik.
3. Meningkatkan kompetensi
Pemasaran global juga bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para pengusaha untuk terus mencari ilmu – ilmu baru dalam menjual produk mereka ke masyarakat pada umumnya. Disini kompetensi akan terlihat dengan jelas para pengusaha yang memang memiliki kompetensi yang memadai sehingga dapat menarik keinginan para pembeli. 
4. Kualitas produk yang lebih baik
Meningkatkan kualitas produk untuk menjadi lebih baik juga merupakan manfaat dari pemasaran global. Para pengusaha akan mencari ide untuk menunjukkan bahwa kualitas produknya meskipun sama tapi memiliki keunggulan dari yag lain. Kualitas produk yang baik tentu akan menjadi incara bagi para peminat dengan harga yang juga terjangkau oleh mereka. Disini pembeli pasti mengincar kualitas produk yang lebih baik dengan harga yang juga bisa mereka beli. Karena ini para pengusaha di minta untuk dapat menjawab dan menemukan solusi dari pernyataan ini.
5. Selera masyarakat
Agar suatu produk laku di masyarakat dalam bidang penjualan maka salah satu langkah yang harus di lakukan adalah memastikan bahwa produk tersebut merupakan selera masyarakat. Disini masyarakan kadang dapat merubah selera sesuai dengan kebutuhan mereka. Selera masyarakat kadang juga cenderung naik dan menurun sesuai dengan pertumbuhan ekonomi. Karena saling berkaitan di sinilah di perlukannya keahlian yang tidak semua pengusaha miliki.

Jumat, 23 November 2018


2.1 Definisi Strategi Global
Dalam bisnis global, perlu dipahami lingkungan yang berkaitan dengan perbedaan politik, ekonomi, sosial, budaya juga perdagangan dunia dan kerangka investasi serta sistem moneter global. Tujuan utama dari perusahaan adalah bagaimana perusahaan menciptakan laba yang optimal, yakni dengan dua cara :
1.      Menambah nilai produk agar konsumen mau membayar lebih,
2.      Melakukan kreasi nilai (value creation) agar dapat menurunkan biaya produksi.

2.2 Pemilihan Strategi Untuk Mengekspansi Masuknya Pasar Global

Untuk mengekpansi pasar global harus memiliki strategi yang tidak sembarangan, karena didalam pasar global memiliki banyak tantangan. Sehingga kita harus menyiapkan strategi yang agar perusahaan kita dapat survive dipasar global. Strategi-strategi yang kini dipakai oleh banyak perusahaan untuk melakukan ekspansi yaitu :

1.      Strategi Internasional
Strategi ini menawarkan bagaimana perusahaan menciptakan suatu nilai yang unggul dari pesaing dengan transfer keahlian dan produk yang bernilai kepada pasar asing, dimana dibidang ini merupakan kelemahan pesaing dan kompetensi inti ini tidak dimiliki oleh pesaing.

2.      Strategi Multidomestik
Dalam strategi ini, perusahaan secara ekstensif melakukan kostumisasi terhadap produk dan strategi pemasarannya kearah kondisi nasional yang berbeda dimana value creation juga diciptakan pada kegiatan produksi, pemasaran, penelitian dan pengembangan di setiap negara yang di jadikan pasar global.

3.      Strategi Global
Strategi global memusatkan pada peningkatan laba, dimana lebih mengarahkan pada standardisasi kualitas produk secara global, dan tidak melakukan penyesuaian produk terhadap kondisi lokal, karena menggunakan strategi low cost sehingga mendapatkan laba yang maksimal.

4.      Strategi Transnasional
Strategi ini mencoba mencapai semua strategi yang ada untuk mendapatkan solusi untuk semua masalah. Dimana perusahaan melakukan pengurang biaya atas kondisi lokal dan juga transfer kompetensi inti serta tekanan lokal. Jadi strategi ini berusaha untuk mengurangi tekanan pengurangan biaya dan tekanan local responsiveness yang tinggi secara bersama dan juga melakukan diferensiasi.

5.      Strategi Eksport
Mempertahankan produksi berbasis nasional dan mengekspor barang-barang ke pasar luar negeri dengan menggunakan jalur pengawasan distribusi. Dengan memakai pabrik dalam negeri (domestik) sebagai suatu basis produksi untuk mengekspor barang-barang keluar negeri adalah suatu strategi yang terbaik untuk mengejar penjualan internasional. Keuntungan dari strategi ekspor ini antara lain; meminimumkan risiko dan peryaratan modal dan meminimumkan investasi secara langsung di negara-negara asing. Strategi ekspor rentan ketika biaya produksi :
·         di dalam negeri jauh lebih tinggi daripada di negara-negara asing di mana saingan memiliki tanaman
·         biaya pengiriman produk ke pasar luar negeri jauh relatif tinggi
·         pergeseran buruk terjadi pada nilai tukar mata uang.

6.      Strategi Lisensi
Strategi ini dilakukan jika perusahaan mempunyai kemampuan secara teknis tetapi tidak mempunyai kemampuan secara internasional untuk memasuki pasar luar negeri dan adanya keinginan untuk menghindari risiko pada saat mengirimkan atau memasukkan sumberdaya ke pasar yang mana tidak lazim, kondisi politik yang mudah berubah dan ketidakstabilan ekonomi.
Keuntungannya :
·         Biaya dan resiko yang dihasilkan rendah atau kecil
·         Merupakan kesempatan yang menarik bagi perusahaan yang memiliki dana terbatas dan ingin melakukan operasional di negara asing
·         Mempermudah perusahaan yang ingin masuk pasar asing melaluiinvestasi

Kelemahannya :
·         Tidak adanya hak bagi perusahaan dalam mengendalikan atau melakukan kontrol terhadap manufaktur, pemasaran, strategi dan memanfaatkan lokasi untuk tujuan ekonomis
·         Sulit dalam hal bersaing karena memerlukan koordinasi dan strategi
·         Kemungkinan kehilangan technological know how yang merupakan keunggulan bersaing bagi perusahaan asal.

Ada solusi untuk mengatasi kelemahan diatas, yaitu melalui cross licensing agreement, merupakan cara yang umum digunakan industri-industri teknologi dimana ada perjanjian atau kesepakatan bahwa perusahaan bisa melisensi beberapa kepemilikannya yang intangibel dan memberikan pengetahuan teknologinya kepada perusahaan asal.

7.      Strategi Waralaba
Strategi ini dilakukan oleh perusahaan jasa dan retail yang melakukan ekspansi global.
Keunggulannya :
·         Biaya dan resiko yang rendah
·         Mudah masuk pasar asing
·         Mempercepat dalam mendapatkan keuntungan

Kelemahannya :
·         Masalah dalam pengendalian kualitas


8.      Joint Venture Dengan Perusahaan Setempat
Joint venture merupakan suatu bentuk kerjasama antar dua perusahaan atau lebih menjadi satu perusahaan (bergabung) atau keberadaan satu perusahaan yang dimiliki oleh dua atau lebih perusahaan.
Keunggulannya :
·         Mendapat manfaat dari pengetahuan partner lokal
·         Dapat berbagi biaya dan resiko dengan partner local

Kelemahannya :
·         Resiko dalam hal memberikan teknologinya kepada partner lokal
·         Tidak ada pengendalian yang ketat
·         Kepemilikan dapat mengarah pada konflik dan perang pengendalian antar perusahaan.

2.3 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pilihan Cara Masuk 
            Pemilihan metode masuk ke dalam pasar asing mempunyai arti penting. Pemilihan ini merupakan salah satu dari keputusan yang paling kritis dalam pemasaran internasional karena keputusan masuk merupakan keputusan makro. Yakni, pada saat perusahaan memilih tingkat keterlibatannya di dalam pasar-pasar asing, perusahaan juga melakukan pilihan mengenai program pemasarannya disana. Misalnya, apabila perusahaan memasuki sebuah pasar melalui distributor, perusahaan membatasi kebebasannya dalam bidang-bidang seperti riset pemasaran, kebijakan produk, penentuan harga, dan promosi.
Keputusan yang menyangkut saluran pemasaran internasional khusus mana yang digunakan tidaklah sederhana bagi perusahaan. Adanya varian yang sangat banyak dari tipe organisasi pemasaran internasional dan banyak cara mereka dapat dikaitkan bersarna telah menghasilkan tipe alternatif sistem saluran pemasaran yang berbeda.
1.      Aliansi Strategi
            Aliansi strategi adalah suatu komponen penting dalam sebuh strategi dimana berkenaan dengan persetujuan kooperasi atau persetujuan bersama antara pesaing potensial dengan pesaing yang telah ada. Dalam aliansi strategi ini terdapat berbagai keunggulan dan kelemahan. Salah satu keunggulan aliansi strategi adalah mudah memasuki pasar internasional dengan saling melengkapi dalam hal keahlian dan penurunan biaya dan resiko dalam memasarkan produk serta mudah dalam penentuan standar teknologi industri internasional. Ada tiga hal yang harus diperhatikan agar aliansi strategi ini berhasil, yaitu :

1.      Pemilihan partner
Dalam hal ini dimana harus jelas siapa yang akan kita ajak kerjasama, apakah partner tersebut dapat bekerjasama mencapai tujuan strategi dan tujuan aliansinya serta tidak memanfaatkan aliansinya dimasa mendatang. Dan sebagai perusahaan yang akan melakukan aliansi strategi, kita harus melakukan berbagai langkah seperti, mencari informasi mengenai partner dan mengumpulkan data serta mencari tahu mengenai partner tersebut.

2.      Struktur aliansi
Yaitu, menentukan suatu struktur hingga terjadi keadilan dalam hal pembebanan resiko dan menghindari terjadinya pemanfaatan dari partner untuk kepentingannya sendiri.

3.      Penanganan aliansi
Dalam hal ini dapat dilakukan pengamanan dengan teknologi, atau dengan penetapan kontrak, dimana terjadi persetujuan atau kesepakatan yang jelas, adil  antara perusahaan dengan partnernya dengan komitmen yang mantap agar tidak terjadi resiko yang tidak diinginkan.
2.4 Manajemen Operasional Global
Dalam manajemen operasional berarti semua pihak atau semua bidang yang terintegrasi dalam perusahaan ikut secara bersama menjalankan tugas atau cara-cara diatas dengan baik dan benar agar tujuan perusahaan yaitu mendapatkan peningkatan laba akan tercapai. Perbaikan dalam pengendalian kualitas akan mengurangi biaya melalui tiga cara :
1.      Peningkatan produktivitas akibat peniadaan pemborosan danpengurangan cacat.
2.      Peningkatan kualitas produk artinya mengurangi biaya cacat dan scrap
3.      Menurunkan jaminan dan biaya perbaikan atau pengerjaan ulang untuk kualitas produk yang lebih baik.

2.5 Konsep Masuk Pasar Global
            Konsep masuk pasar (market entry) berkaitan dengan kemudahan atau kesulitan di dalamnya perusahaan dapat menjadi anggota kelompok perusahaan yang bersaing dengan menghasilkan substitusi erat untuk produk yang mereka tawarkan. Perusahaan harus mengembangkan seperanglcat produk, aset, dan aktivitas manajemen untuk pasar baru yang disusupi Kepentingannya di sini terletak pada pasar internasional baru. Masuk yang berhasil akan tergantung pada sejumlah faktor. Hal ini tergantung pada bagaimana perusahaan:
1.      Menggunakan informasi peluang untuk rnenyusup ke pasar yang menguntungkan.
2.      Mengakses sumber daya yang produktif.
3.      Mengakses pasar.
4.      Mengatasi rintangan masuk pasar.
5.      Perusahaan-perusahaan mapan biasanya beroperasi lebih baik dibandingkan perusahaan perusahaan baru karena faktor- faktor di atas. Masuk ke pasar dapat berlangsung dalam berbagai keadaan, misalnya: Keunggulan kompetitif biaya, strategi penjualan, atau daya tarik produk dari pendatan baru yang memungkinkannya mengatasi pukulan fatal bagi anggota-anggota lemah yang dilancarkan oleh kelompok perusahaan yang telah mapan sebelumnya.
6.      Pendatang baru dapat meraup, sejumlah besar lapangan usaha dari beberapa anggota kelompok, yang karena sebab-sebab tertentu keunggulan kompetitifnya tidak bisa ditandingi oleh para pendatang,
7.      Kelompok, dimekarkan oleh pendatang baru tersebut, mampu mencapai ekulibrium pada tingkat harga yang lebih tinggi, menutup biaya-biaya unit yang lebih besar yang dapat muncul dari pengurangan skala operasi dari setiap perusahaan.
8.      Perusahaan-perusahaan yang telah mapan memilih untuk memasuki pasar baru sebagai bagian dari strategi hubungan antar perusahaan yang melibatkan pasar untuk produk lainnya.

Rabu, 31 Oktober 2018

TAHAP PERKEMBANGAN PERUSAHAAN DALAM BISNIS INTERNASIONAL

Terlepas dari perbedaan atau persamaan pengertian untuk berbagai istilah yang digunakan dalam bisnis internasional,  terdapat lima tahapan evolusi perusahaan dalam dalam operasi internasional, mulai dari perusahaan domestik, internasional, multinasional, global sampai transnasionalPerbedaan bisnis internasional dalam tahap-tahap ini terletak dalam strategi, cara memandang dunia, orientasi, dan praktik perusahaan yang beroperasi di lebih dari satu negara.

a). Tahap Pertama : Perusahaan Domestik

Fokus perusahaan ini pada pasar domestik, pemasok domestik dan pesaing domestik. Lingkungan perusahaan terbatas pada lingkungan domestik yang sudah dikenal, yaitu negara sendiri. Jadi fokus, visi, orientasi dan operasinya adalah domestik. Jadi perusahaan domestik adalah suatu unit bisnis yang tingkat operasional dan pangsa pasarnya berada dalam suatu wilayah saja tanpa melewati batas suatu negara. 


b). Tahap Kedua : Perusahaan Internasional

Pada tahap kedua, perusahaan mulai mengembangkan kegiatannya ke luar negeri, termasuk kegiatan pemasaran, pengembangan pabrik dan kegiatan lainnya. Walaupun kegiatannya sudah berkembang ke luar negeri, akan tetapi pada tahap ini perusahaan masih etnosentris atau berorientasi dalam negeri sebagai orientasi dasarnya, dan fokusnya masih tetap pada pasar dalam negeri. Strategi pemasaran dari perusahaan tahap kedua adalah  perluasan, artinya praktik bisnis yang dikembangkan untuk pasar dalam negeri diperluas untuk pasar di luar negeri, termasuk di dalamnya produk, iklan, promosi dan penetapan harga. Dengan sumber daya dan pengalaman yang terbatas, perusahaan harus memfokuskan pada apa yang paling baik untuk mereka.


c). Tahap Ketiga : Perusahaan Multinasional

Pada tahap ketiga, perusahaan yang berada pada tahap kedua mulai menemukan bahwa perbedaan dalam pasar di seluruh dunia menuntut adaptasi dari bauran pemasaran agar dapat sukses. Apabila sebuah perusahaan sudah mulai memutuskan untuk memberikan respons terhadap perbedaan pasar, maka perusahaan itu telah beranjak menjadi perusahaan multinasional. Fokus perusahaan adalah multinasional atau dalam istilah strategis disebut multidomestik, yang artinya perusahaan tersebut merumuskan strategi yang unik untuk setiap negara tempat perusahaan melakukan bisnis. Orientasi perusahaan bergeser dari etnosentris ke polisentris, yaitu asumsi bahwa pasar dan cara melakukan bisnis di seluruh dunia demikian unik, sehingga satu-satunya cara agar sukses secara internasional adalah melakukan penyesuaian pada aspek yang berbeda dari setiap pasar nasional.Strategi pemasaran tahap ketiga adalah menyesuaikan bauran pemasaran domestik agar cocok dengan pilihan dan kebiasaan asing. Penyesuaian dengan budaya  di tiap negara yang dimasuki adalah suatu keharusan untuk dapat bertahan dan sukses. Dengan mendirikan banyak unit produksi di negara lain diharapkan dapat menghemat biaya produksi dan distribusi produk sehingga sampai ke tangan konsumen akhir.


d). ahap Keempat : Perusahaan Global

Pada tahap kekempat, perusahaan multinasional membuat ancangan strategi yang cukup besar dan menjadi perusahaan global. Perusahaan global pasti mempunyai strategi pemasaran global atau menentukan pemasok global, tetapi tidak pernah kedua-duanya. Perusahaan ini akan memfokuskan pada pasar dan sumber daya global dari dalam negeri atau salah satu negara lain untuk memasok pasar ini, atau akan memfokuskan pada pasar domestik dan sumber daya dari dunia untuk memasok saluran distribusi domestik.


e).Tahap Kelima : Perusahaan Transnasional

Pada tahap kelima, perusahaan global semakin lama semakin mendominasi pasar dan industri di seluruh dunia dan kemudian menjadi perusahaan transnasional yang merupakan perusahaan dunia yang terpadu yang menghubungkan sumber daya global dengan pasar global dan membuat laba. Perusahaan pada tahap kelima mempunyai orientasi geosentris., mengakui adanya perbedaan dan persamaan serta mengadopsi pandangan dunia. Perusahaan mengadopsi strategi global yang memungkinkannya untuk meminimalkan penyesuaian di berbagai negara pada yang benar-benar menambah nilai bagi pelanggan di negara tersebut.

IFAKTOR PENDORONG BISNIS INTERNASIONAL DI ABAD 20

Terdapat berbagai faktor yang mendorong berkembangnya bisnis internasional di abad 20, yang diantaranya adalah sebagai berikut.


a) Polarisasi Dunia

Selama Perang Dunia II telah terjadi polarisasi kelompok-kelompok yang berperang. Polarisasi ini telah meningkatkan kerjasama dalam memproduksi alat-alat perang dan bahan pangan.


b)Terbentuknya Blok-Blok Politik

Setelah selesainya Perang Dunia II telah terbentuk blok barat dengan Amerika Serikat sebagai negara utamanya,  dan blok timur dengan Uni Sovyet sebagai negara utamanya. Terbentuknya blok-blok ini telah mendorong peningkatan kerjasama perdagangan antar negara di dalam blok-blok tersebut.


c)Depresi Ekonomi

Dalam tahun 1930-an telah terjadi depresi ekonomi yang melanda berbagai negara di dunia, terutama negara-negara barat. Depresi ekonomi ini telah meningkatkan kerjasama antar negara-negara barat yang menanggulangi permasalahan ekonomi tersebut.


d)Revolusi Bidang Komunikasi

Dalam abad 20 telah terjadi revolusi di dalam bidang komunikasi dengan berbagai penemuan baru yang menyebabkan makin mudahnya komunikasi, baik antar penduduk maupun antar negara, Hal ini telah memudahkan komunikasi bisnis antar negara. Revolusi di bidang komunikasi ini juga sejalan dengan revolusi di bidang informasi dan transportasi.


e)Kemerdekaan Daerah-Daerah Jajahan

Selama pertengahan sampai akhir abad 20 berbagai daerah jajahan telah memerdekakan diri dan membentuk negara baru.

f)Rekonstruksi Negara Yang Kalah Perang
Rekonstruksi negara-negara yang kalah perang, seperti Jerman dan dan Jepang, telah mendorong pengembangan teknologi dan kegiatan ekonomi. Hal ini telah meningkatkan kerjasama dalam bidang ekonomi, termasuk perdagangan internasional.